Lebaran identik dengan kehadiran ketupat di meja makan. Namun, tantangan terbesar bagi seorang Ibu Sania adalah memastikan ketupat tidak cepat basi atau berlendir, terutama karena biasanya dibuat dalam jumlah banyak untuk stok beberapa hari. Ketupat yang kualitasnya menurun tidak hanya merusak rasa hidangan pendamping, tetapi juga berisiko bagi kesehatan pencernaan keluarga.

Kunci ketupat yang tahan lama terletak pada kebersihan proses awal, pemilihan jenis beras yang tepat, serta teknik pendinginan setelah matang. Dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini, Ibu Sania bisa menyajikan ketupat yang tetap cantik dan lezat dinikmati bersama kerabat yang datang bersilaturahmi.

1. Pilih Beras Berkualitas dan Cuci Hingga Bersih

Langkah pertama bagi Ibu Sania adalah memilih beras yang tepat. Gunakan beras jenis sedang (tidak terlalu pulen namun tidak terlalu pera) seperti Setra Ramos atau IR 64. Beras yang terlalu pulen cenderung membuat ketupat terlalu lembek dan cepat basi karena kadar airnya tinggi.

Cuci beras hingga benar-benar bersih—minimal 3 sampai 4 kali bilas—sampai air cuciannya hampir bening. Sisa pati yang tertempel pada bulir beras sering kali menjadi pemicu utama ketupat cepat berlendir dan basi jika proses pencucian kurang maksimal.

2. Tambahkan Sedikit Air Kapur Sirih

Inovasi tradisional yang sangat berguna bagi Ibu Sania adalah menambahkan sedikit air kapur sirih ke dalam rendaman beras (sekitar 1-2 sendok makan untuk 1 kg beras). Air kapur sirih berfungsi sebagai pengawet alami dan membuat tekstur ketupat menjadi lebih kenyal (kenyal-padat) serta tidak mudah hancur.

Pastikan Ibu Sania hanya menggunakan bagian air yang bening saja. Selain memperpanjang masa simpan, air kapur sirih juga memberikan warna ketupat yang lebih bersih dan menarik saat dibelah.

3. Takaran Isi yang Pas dalam Anyaman

Banyak Ibu Sania ragu seberapa banyak beras harus diisi ke dalam janur. Untuk beras jenis biasa, isi sekitar 2/3 bagian dari volume anyaman ketupat. Jika menggunakan beras yang sangat pera, isi 1/2 bagian saja karena beras tersebut akan sangat mengembang.

Jika isian terlalu penuh, ketupat akan menjadi sangat keras dan tidak matang merata di bagian tengah. Sebaliknya, jika terlalu sedikit, ketupat akan menjadi lembek dan menyimpan banyak air, yang membuatnya sangat cepat basi.

4. Teknik Merebus: Terendam Sempurna

Pastikan seluruh bagian ketupat terendam sepenuhnya di dalam air mendidih selama proses memasak. Jika air menyusut, Ibu Sania harus menambahkan air panas, bukan air dingin, agar suhu di dalam panci tetap stabil dan proses pematangan tidak terhenti secara mendadak.

Rebuslah ketupat selama 4 hingga 5 jam (jika menggunakan panci biasa) untuk memastikan pati beras matang sempurna hingga ke inti paling dalam. Ketupat yang kurang matang adalah penyebab utama ia hanya bertahan kurang dari 24 jam.

5. Segera Siram Air Dingin Setelah Matang

Setelah ketupat diangkat dari panci, langkah krusial bagi Ibu Sania adalah segera menyiram atau mencuci ketupat dengan air dingin yang bersih (air matang lebih baik). Langkah ini bertujuan untuk membuang sisa-sisa air rebusan yang kental dan kotor yang menempel pada janur.

Sisa air rebusan yang menempel pada kulit janur mengandung banyak pati yang jika dibiarkan akan menjadi media tumbuhnya jamur dan bakteri, sehingga ketupat menjadi cepat berlendir.

6. Proses Penirisan dengan Cara Digantung

Ini adalah rahasia terpenting agar ketupat awet: Tiriskan dengan cara digantung. Jangan menumpuk ketupat di dalam wadah atau piring saat masih basah. Menggantung ketupat memungkinkan sisa air di dalam anyaman keluar sepenuhnya karena gaya gravitasi dan bantuan sirkulasi udara.

Ketupat yang benar-benar kering bagian luarnya akan memiliki masa simpan yang jauh lebih lama. Ibu Sania bisa menggantungnya di tempat yang sejuk dan memiliki aliran udara yang baik, jauh dari paparan sinar matahari langsung.

7. Cara Menyimpan dan Menghangatkan Kembali

Ketupat yang sudah dingin dan kering bisa bertahan 2-3 hari di suhu ruang. Jika ingin lebih awet, Ibu Sania bisa menyimpannya di dalam kulkas (bungkus dengan plastik agar janur tidak kering).

Saat akan disajikan kembali, ketupat tidak perlu direbus ulang cukup lama; cukup dikukus selama 15-20 menit hingga hangat kembali. Teksturnya akan kembali kenyal dan nikmat disantap bersama opor ayam hangat buatan Ibu Sania.

Menyajikan ketupat yang sempurna adalah kebanggaan tersendiri di hari kemenangan. Dengan ketelitian mulai dari mencuci beras hingga cara menggantungnya, Ibu Sania memastikan setiap hidangan Lebaran yang disajikan untuk suami dan anak-anak selalu dalam kondisi terbaik dan penuh berkah.