Ibu Sania, cara membersihkan peralatan makan agar higienis adalah merendamnya dalam air hangat, mencuci dengan sabun cuci piring dan spons bersih, membilas hingga tuntas, lalu mengeringkannya dengan lap bersih. Simpan di rak yang kering dan berventilasi baik supaya bakteri tidak berkembang dan keluarga tetap sehat. Lakukan ini rutin setiap hari.
Piring, sendok, garpu, dan gelas dipakai setiap hari, sehingga sisa makanan yang menempel bisa menjadi tempat kuman berkembang jika tidak dibersihkan dengan benar. Kabar baiknya, Ibu Sania tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menjaganya tetap bersih. Berikut panduan praktisnya.
Mengapa Peralatan Makan Harus Selalu Bersih?
Kebersihan peralatan makan berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga Ibu Sania. Peralatan yang kotor dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria. Sisa makanan yang menempel juga menimbulkan bau tidak sedap dan memicu tumbuhnya jamur.
Dengan mencuci peralatan makan secara benar, Ibu Sania membantu mencegah penularan penyakit lewat makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.
Rendam dengan Air Panas Sebelum Dicuci
Air panas membantu melonggarkan lemak dan sisa makanan yang membandel, sehingga proses mencuci jadi lebih cepat dan ringan. Ibu Sania bisa merendam piring, sendok, dan garpu selama beberapa menit sebelum disabun. Suhu sekitar 60-70 derajat Celsius umumnya cukup untuk hasil yang optimal.
Berhati-hatilah saat menggunakan air panas pada peralatan berbahan kaca atau keramik, karena perubahan suhu yang mendadak dapat membuatnya retak atau pecah.
Pilih Sabun Cuci Piring yang Tepat
Sabun cuci piring yang baik harus kuat mengangkat lemak, tetapi tetap aman untuk keluarga. Ibu Sania sebaiknya menghindari produk dengan bahan kimia keras yang berpotensi meninggalkan residu pada peralatan makan.
Sabun berbahan dasar alami, seperti minyak kelapa atau ekstrak lemon, bisa menjadi pilihan yang efektif. Jika ada anak kecil di rumah, pastikan Ibu Sania memilih sabun yang aman dan selalu membilas peralatan dengan air bersih sampai tidak ada sisa sabun.
Gunakan Spons dan Sikat yang Sesuai
Pisahkan spons untuk peralatan makan dari spons untuk wastafel atau meja dapur agar kuman tidak berpindah. Pilih spons yang lembut supaya permukaan peralatan tidak tergores, misalnya spons berlapis serat mikro.
Untuk bagian yang sulit dijangkau, seperti sela-sela garpu atau dasar sendok, Ibu Sania bisa memakai sikat berbulu lembut. Bersihkan semua sisi secara menyeluruh, dari tepi hingga bagian dalam.
Sterilisasi Alami dengan Cuka atau Lemon
Untuk perlindungan ekstra, terutama pada peralatan makan anak, Ibu Sania bisa memanfaatkan cuka putih yang memiliki sifat antibakteri. Campurkan satu bagian cuka dengan dua bagian air, lalu rendam peralatan selama beberapa menit. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan keringkan dengan lap bersih. Air lemon juga dapat dipakai sebagai alternatif.
Cara ini cocok untuk peralatan yang sering dipakai anak atau yang akan disimpan dalam waktu lama.
Cara Menjaga Peralatan Makan Tetap Higienis Setelah Dicuci
Cuci yang benar saja belum cukup. Cara pengeringan dan penyimpanan juga menentukan kebersihan peralatan makan.
Keringkan dengan Lap Bersih
Pastikan peralatan benar-benar kering sebelum disimpan, karena kelembapan mempermudah bakteri berkembang. Lap mikrofiber yang bersih membantu mengeringkan dengan cepat dan efektif.
Simpan di Tempat Bersih dan Kering
Rak piring atau laci penyimpanan harus bersih dan kering. Jangan menumpuk piring atau gelas terlalu rapat agar udara tetap bisa mengalir.
Manfaatkan Rak Pengering Piring
Rak pengering dengan tatakan khusus memudahkan Ibu Sania meniriskan peralatan yang sudah dicuci, sehingga tetap kering dan bersih sebelum disimpan.