Kesalahan saat menggoreng dalam jumlah banyak meliputi memakai minyak terlalu sering dipakai, suhu minyak tidak sesuai, memasukkan bahan sekaligus, tidak mengeringkan bahan, menumpuk gorengan panas, dan minyak terlalu sedikit. Ibu Sania bisa menghindarinya dengan menggunakan minyak sawit berkualitas, atur suhu 150-190°C, goreng bertahap, keringkan bahan, dan tiriskan di rak kawat.
Pernahkah Ibu Sania mengalami gorengan yang berminyak, kurang renyah, atau gosong di luar tetapi masih mentah di dalam? Masalah ini sering muncul saat menggoreng dalam jumlah banyak, misalnya untuk hajatan, arisan, atau stok jualan. Berikut enam kesalahan yang perlu dihindari beserta solusinya.
1. Menggunakan Minyak yang Sudah Terlalu Sering Dipakai
Minyak yang dipakai berulang kali akan menghitam, banyak berasap, dan membuat gorengan terasa pahit. Ibu Sania sebaiknya mengganti minyak jika:
- warnanya sudah coklat kehitaman,
- mengeluarkan asap berlebihan saat dipanaskan,
- ada remah gorengan yang mengendap di dasar wajan dan tidak bisa disaring.
Pilih minyak sawit berkualitas karena titik asapnya tinggi dan stabil dipanaskan dalam waktu lama. Hasilnya, gorengan tetap renyah tanpa rasa tengik.
2. Tidak Menyesuaikan Suhu Minyak dengan Jenis Gorengan
Jika minyak terlalu panas, gorengan gosong di luar dan mentah di dalam. Jika terlalu dingin, gorengan menyerap banyak minyak. Acuan suhu untuk Ibu Sania:
- 180-190°C: ayam, tahu, dan tempe agar matang merata.
- 160-170°C: gorengan berbahan tepung seperti pisang goreng dan bakwan.
- 150-160°C: makanan yang sudah matang dan hanya perlu dipanaskan, seperti kerupuk.
Tanpa termometer, Ibu Sania bisa mencoba dengan menjatuhkan sejumput adonan tepung ke minyak. Jika adonan langsung mengapung dengan gelembung kecil, minyak sudah siap.
3. Menggoreng Terlalu Banyak Sekaligus
Memasukkan semua bahan sekaligus memang terasa lebih cepat, tetapi suhu minyak justru turun drastis. Akibatnya, gorengan kurang renyah dan lebih berminyak. Solusinya:
- goreng dalam beberapa batch sesuai kapasitas wajan,
- jangan isi wajan sampai penuh agar minyak tetap panas,
- beri ruang antarbahan agar matang merata.
4. Tidak Mengeringkan Bahan sebelum Digoreng
Air di permukaan bahan membuat minyak meletup dan gorengan kurang renyah. Sebelum menggoreng, Ibu Sania dapat:
- meniriskan bahan dengan saringan atau tisu dapur,
- memastikan tepung menempel sempurna tanpa bagian yang terlalu basah pada adonan,
- memastikan tidak ada es yang menempel pada bahan beku seperti nugget atau kentang goreng.
Langkah ini membuat gorengan lebih renyah sekaligus lebih aman karena risiko percikan minyak berkurang.
5. Tidak Meniriskan Gorengan dengan Benar
Gorengan yang langsung ditumpuk di piring akan cepat lembek karena uap panas terperangkap di bagian bawahnya. Agar tetap renyah, Ibu Sania sebaiknya:
- meniriskan di saringan atau rak kawat agar minyak turun sempurna,
- tidak menumpuk gorengan selagi masih panas,
- memakai tisu dapur seperlunya saja, karena terlalu lama justru membuat gorengan basah kembali.
6. Menggunakan Minyak Terlalu Sedikit
Banyak orang mengira minyak sedikit lebih hemat dan sehat. Padahal untuk jumlah banyak, minyak yang kurang membuat gorengan menyerap lebih banyak minyak dan matang tidak merata. Dengan teknik deep frying, yaitu menggoreng dengan minyak yang cukup hingga bahan terendam:
- makanan mengapung dan matang lebih cepat,
- panas merata sehingga minyak yang terserap lebih sedikit,
- hasilnya lebih renyah dan tidak mudah lembek.
Gunakan juga minyak sawit berkualitas agar hasilnya maksimal.
Menggoreng dalam jumlah banyak butuh teknik yang tepat agar hasilnya renyah, matang merata, dan tidak berminyak. Ringkasnya, Ibu Sania perlu:
- memakai minyak yang masih baik,
- menyesuaikan suhu dengan jenis gorengan,
- menggoreng secara bertahap,
- mengeringkan bahan sebelum digoreng,
- meniriskan gorengan dengan benar,
- menggunakan minyak dalam jumlah cukup.
Selamat mencoba, Ibu Sania!