Tak Perlu Mahal, Nutrisi Kedelai Setara dengan Daging

Makan Sehat


Banyak orang mengutamakan asupan protein dari sumber hewani. Padahal, banyak pula protein nabati yang bisa menggantikan protein pada daging. Salah satunya, kedelai.


"Protein nabati yang terdapat pada kacang kedelai dapat menggantikan protein pada daging," kata Christine Gerbstadt, MD, juru bicara Academy of Nutrisi and Diet.

 

Itulah mengapa, bagi orang-orang yang mengurangi konsumsi daging sangat dianjurkan makan olahan kacang kedelai. Kacang kedelai mengandung protein nabati yang sempurna, karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

 

Mengonsumsi kedelai sama dengan mengonsumsi daging, unggas, dan telur, tambah Christine. Setengah cangkir kedelai yang dimasak mengandung sepertiga protein yang diperlukan setiap hari atau sekitar 149 kalori (satu porsi daging sapi matang mengandung 230 kalori).

 

Kedelai juga kaya akan serat, bebas kolesterol, dan rendah lemak jenuh dibandingkan daging dan susu. Selain itu, mengandung phytochemical seperti isoflavon yang membantu memerangi penyakit jantung, osteoporosis, dan kanker payudara.

 

Tidak sulit menemukan makanan olahan tanaman ini. sehari-hari kita bisa menemukannya dalam produk susu dan tahu. Anda akan mendapatkan nutrisi lebih banyak dari kedelai yang difermentasi, seperti miso dan tempe, karena proses fermentasi membuat nutrisi kedelai lebih mudah diserap oleh tubuh.

 

Meskipun menyehatkan, ternyata ada beberapa olahan kedelai yang harus dihindari alias tidak boleh dikonsumsi. Yakni:

 

Suplemen yang mengandung isoflavon dalam bentuk pil atau bubuk. Suplemen ini belum tentu aman untuk dikonsumsi. Tidak seperti makanan kedelai utuh, suplemen belum tentu mengandung phytochemical dan nutrisi lainnya. Misalnya saja, vitamin B yang membantu proses metabolisme dan menjaga DNA tetap sehat.

 

Burger atau hotdog dengan bahan dasar kedelai. Isolat protein pada olahan kedelai ini biasanya mengandung lemak jenuh, juga cenderung sarat dengan natrium dan aditif.