8 Langkah Menjaga Kesehatan Ginjal


Tahukah Anda bahwa selama ini ginjal bekerja keras untuk mengupayakan sistem tubuh berjalan optimal? Dalam sehari saja, ginjal harus menyaring racun dan zat-zat sisa dalam darah hingga lima puluh kali.


Total darah yang disaring ginjal adalah 180 liter. Ini berarti ginjal menerima rata-rata 100ÔÇô120 mililiter darah setiap satu menit. Fantastis, bukan? Ginjal yang berukuran kecil ternyata harus bertanggung jawab terhadap sekian banyak darah dalam tubuh.

Faktanya, fungsi ginjal yang begitu vital ternyata tak selalu dibarengi upaya memelihara kesehatannya. Studi populasi yang dilakukan Perhimpunan Nefrologi Indonesia di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali menunjukkan bahwa prevalensi PGK dari semua stage mencapai 12,5 persen penduduk. Sementara prevalensi pasien ginjal stage V atau sudah mengalami gagal ginjal terminal mencapai sekitar 400 pasien per satu juta penduduk,ÔÇØ urai Dr. Dharmeizar, Sp.PD-KGH, Ketua PERNEFRI. PGK terjadi saat fungsi ginjal terus menurun secara perlahan dikarenakan kerusakan ginjal yang disebabkan struktur maupun fungsi yang tidak berfungsi secara normal.

Gejala penyakit ginjal kronis dapat dikenali. Sebut saja, penurunan konsentrasi, berkurangnya nafsu makan, sesak napas, mudah lelah, mual, pembengkakan kaki juga tumit, kram otot, serta peningkatan atau penurunan frekuensi berkemih. Lantas, apa yang dapat dilakukan untuk memelihara kesehatan ginjal?

Berikut delapan langkah menjaga kesehatan ginjal:

  1. Menjaga badan tetap bugar dan aktif berolahraga.
  2. Menjaga kadar gula darah tetap terkendali alias stabil.
  3. Menjaga tekanan darah tetap stabil.
  4. Mengonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan tetap ideal dengan menghitung tinggi badan dikurangi seratus.
  5. Mengonsumsi air yang cukup, yaitu 2.000 ml per hari untuk usia di bawah 65 tahun dan 1.000 ml per hari untuk usia di atas 65 tahun. Minum air putih yang cukup memang menjadi fokus perhatian. Oleh karena itu, salah satu kampanye World Kidney Day berbunyi ÔÇ£Start the day with a glass of water ÔÇØ yang digaungkan hingga ke seluruh dunia. Pasalnya, dengan mengonsumsi air sesuai jumlah yang dibutuhkan berarti proses pembuangan sampah urine pun dapat berjalan maksimal.
  6. Tidak merokok.
  7. Tidak mengonsumsi obat antinyeri dalam jangka panjang.
  8. Memeriksa fungsi ginjal secara berkala bila memiliki 1 ÔÇô 2 faktor risiko penyakit ginjal, contohnya hipertensi dan diabetes melitus. Intinya, PGK itu dapat dicegah asal kita dapat mengidentifikasi faktor risikonya. Dengan menghindari faktor risiko tersebut, maka prevalensi penyakit ginjal di Indonesia bisa turun.