7 Hal Mengejutkan Tentang Migrain


Tanda-tanda migrain tidak sekadar sakit kepala. Ada banyak hal mengejutkan lainnya yang tidak banyak ketahui. Di antaranya:


1. Dikaitkan dengan risiko bunuh diri

Tidak jelas mengapa migrain dan bunuh diri memiliki kaitan, “Tapi depresi dan migrain secara biologis memiliki tempat yang sama,” kata Dawn Buse, PhD, seorang psikolog kesehatan Montefiore Medical Center di New York City.


2. Obat bisa membuat migrain makin buruk

Meskipun obat dimaksudkan untuk membantu meringankan rasa sakit migrain, dalam beberapa kasus strategi ini justru bisa menjadi bumerang. Penggunaan obat migrain yang terlalu sering dapat menyebabkan apa yang dikenal sebagai "obat sakit kepala berlebihan".


3. Petir dan migrain bisa menyerang bersama-sama

Sebuah studi pada penderita migrain di Ohio dan Missouri menemukan, risiko migrain bisa naik ketika ada petir di dekatnya. Para penulis penelitian berspekulasi, gelombang elektromagnetik dari petir bisa memicu sakit kepala atau petir mungkin bisa meningkatkan produksi ozon atau jamur spora yang dapat memacu migrain.


4. Migrain dikaitkan dengan masalah kesehatan serius lainnya

Orang dengan migrain memiliki peningkatan risiko stroke dan masalah kardiovaskular lainnya dibandingkan dengan populasi umum. Risiko stroke, khususnya, lebih tinggi pada wanita berusia 35 tahun atau lebih, terutama mereka yang menggunakan kontrasepsi oral atau yang merokok. Para peneliti tidak yakin mengapa stroke dan migrain dikaitkan, tetapi, "Riwayat migrain dengan aura harus dianggap sebagai penanda risiko penting untuk stroke," kata Buse.


5. Penurunan tingkat stres dapat berisiko migrain

Jika Anda berpikir bisa terbebas dari stres dan migrain usai mengerjakan laporan akhir keuangan kantor atau tugas lainnya, Anda salah besar. Penelitian yang dilakukan tim Buse menemukan, migrain berisiko lebih tinggi 20 persen setelah suasana hati seseorang berubah dari sedih atau gugup menjadi bahagia atau santai. Penurunan dramatis pada hormon inilah yang menyebabkan migrain.


6. Seks dapat memicu migrain

Aktivitas fisik yang intens, termasuk aktivitas seksual, dapat menyebabkan migrain. Biasanya migrain jenis ini lebih sering terjadi pada pria muda dan biasanya hilang seiring bertambahnya usia. Cara mengatasinya bukanlah dengan menghentikan kegiatan seks. Dokter, biasanya, akan meresepkan obat tekanan darah yang dikenal sebagai beta blocker untuk mencegah migrain ini.


7. Migrain timbul karena tiupan angin

Selain kelembaban dan suhu, beberapa orang bersumpah tiupan angin sebagai penyebab migrain mereka. Para peneliti di Kanada menemukan, risiko migrain meningkat pada hari-hari sebelum angin Chinook bertiup dan ketika angin bertiup melebihi 23 kilometer per jam. Chinooks merupakan angin hangat yang berasal dari barat AS. Secara keseluruhan, sekitar setengah dari penderita migrain memang sensitif terhadap faktor cuaca seperti suhu, kelembaban, dan tekanan udara.