Halo, Ibu Sania! Bagaimana kalau kita memasak sesuatu yang berbeda hari ini? Nah, cumi hitam masak pedas bisa jadi pilihan menarik untuk menu makan siang atau malam keluarga. Sajian ini bukan hanya menggoda dari segi rasa, tapi juga memberikan pengalaman kuliner khas yang sulit dilupakan kuah tinta cumi yang kental, pedas menggigit, dan aroma laut yang kuat namun tetap segar.
Cumi-cumi adalah bahan masakan laut yang sangat serbaguna. Ketika dimasak dengan teknik yang tepat dan bumbu yang pas, rasa cumi bisa jadi luar biasa lezat. Tapi tentu saja, langkah awal yang paling penting adalah cara membersihkan cumi agar tidak amis dan teksturnya tetap empuk. Yuk, kita bahas lengkap dari manfaat cumi, cara masaknya, hingga trik membersihkannya yang benar!
Keunikan Rasa Cumi Hitam Masak Pedas
Cumi hitam memiliki ciri khas utama pada tintanya yang menghasilkan warna gelap pada masakan. Bagi penggemar masakan laut, kuah tinta cumi bukan hanya sekadar pewarna alami, tapi juga menyumbang cita rasa gurih dan umami yang mendalam.
Rasa pedas dari cabai rawit dan cabai merah besar berpadu sempurna dengan gurihnya tinta cumi, menciptakan sensasi makan yang menggugah selera. Tambahan daun salam, lengkuas, dan serai memperkaya aroma, sementara air jeruk nipis pada akhir masakan menyeimbangkan rasa dan menambahkan kesegaran.
Sajian ini paling cocok disantap dengan nasi hangat dari Beras Sania, karena nasi yang pulen dan harum akan menyerap kuah tinta pedas dan menjadikannya lebih nikmat di setiap suapan.
Manfaat Gizi Cumi-cumi bagi Tubuh
Cumi bukan hanya enak, tetapi juga kaya manfaat. Daging cumi mengandung protein tinggi yang sangat baik untuk membantu pertumbuhan otot dan menjaga energi tubuh. Selain itu, cumi juga merupakan sumber vitamin B12, zinc, fosfor, dan tembaga yang penting untuk sistem saraf dan kekebalan tubuh.
Tinta cumi sendiri mengandung antioksidan alami yang membantu melawan radikal bebas. Walaupun warnanya hitam pekat, justru tinta ini memberikan nilai gizi tambahan yang seringkali tidak disadari.
Untuk Ibu Sania yang sedang mengatur pola makan keluarga, cumi juga rendah kalori dan lemak, sehingga cocok dijadikan lauk sehat sepanjang minggu.
Tips Membersihkan Cumi agar Tidak Amis dan Siap Masak
Membersihkan cumi dengan benar adalah langkah penting untuk mendapatkan hasil masakan yang enak dan tidak berbau. Pertama, pegang bagian kepala cumi dan tarik perlahan untuk memisahkannya dari badan. Jangan buang tintanya ya, Bu! Simpan tinta di wadah terpisah karena akan kita gunakan dalam masakan nanti.
Setelah itu, buang tulang transparan di dalam tubuh cumi, lalu bersihkan isi perutnya. Kulit luar yang keunguan bisa dikupas jika ingin tampilan lebih bersih, namun bisa juga dibiarkan jika Ibu lebih suka tampilan authentic.
Cuci cumi di bawah air mengalir, lalu rendam sebentar dengan perasan jeruk nipis atau air asam jawa agar bau amis hilang dan teksturnya tetap empuk. Setelah bersih, cumi siap dipotong sesuai selera dan dimasak dengan bumbu pedas.
Resep Praktis Cumi Hitam Masak Pedas
Untuk membuat cumi hitam masak pedas yang lezat, siapkan bumbu halus dari bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, dan sedikit kemiri. Tumis bumbu ini hingga harum menggunakan Minyak Goreng Sania yang jernih dan tidak mudah menghitam.
Setelah bumbu matang, masukkan daun salam, lengkuas, dan serai. Aduk rata, kemudian masukkan cumi yang sudah dibersihkan. Masak hingga cumi mengeluarkan air, lalu tambahkan tinta cumi dan sedikit air agar kuahnya meresap sempurna.
Masak dengan api sedang agar cumi tidak keras. Cumi hanya butuh waktu sebentar untuk matang, biasanya 5–7 menit saja. Tambahkan garam, gula, dan air jeruk nipis di akhir untuk memperkaya rasa. Sajikan cumi hitam pedas ini hangat-hangat bersama nasi putih dan taburan bawang goreng.
Kombinasi Menu Cumi Hitam untuk Keluarga
Cumi hitam masak pedas sangat fleksibel untuk dikombinasikan dalam berbagai menu harian. Ibu Sania bisa menyajikannya sebagai lauk utama, atau menjadikannya isian lontong sayur, pastel gurih, atau bahkan martabak isi laut. Untuk kulit martabak atau pastel, gunakan Tepung Terigu Sania agar teksturnya elastis dan mudah dibentuk.
Jika ingin menghadirkan variasi, cumi hitam juga bisa dimasak bersama daun kemangi atau petai untuk cita rasa yang lebih kuat dan khas. Bahkan bisa juga ditambahkan potongan tahu goreng atau terong ungu sebagai pelengkap.
Menu ini juga cocok dijadikan frozen food rumahan. Setelah dimasak, simpan dalam wadah tertutup dan bekukan. Saat ingin disajikan, cukup dipanaskan ulang, dan rasanya tetap lezat.
Cara Menyimpan Cumi agar Tetap Segar dan Tidak Bau
Cumi adalah bahan makanan yang cepat rusak jika tidak disimpan dengan benar. Setelah dibeli, segera bersihkan dan simpan dalam wadah tertutup di kulkas jika akan dimasak dalam 1–2 hari ke depan. Jika lebih dari itu, sebaiknya simpan cumi dalam freezer.
Untuk penyimpanan jangka panjang, cumi bisa dibekukan dalam kondisi sudah dibersihkan dan dipotong. Simpan tinta cumi secara terpisah dalam wadah kecil. Saat akan dimasak, cukup cairkan cumi di suhu ruang atau rendam sebentar di air dingin.
Pastikan tidak menyimpan cumi terlalu lama karena bisa mengubah tekstur dan rasanya. Gunakan selalu Minyak Goreng Sania saat menumis agar tidak menyerap bau amis dan menghasilkan masakan yang harum menggoda.
Yuk, sajikan kelezatan cumi hitam pedas untuk keluarga dengan cara yang sehat dan praktis! Gunakan Minyak Goreng Sania agar aroma bumbu lebih harum dan tidak tengik, serta padukan dengan nasi hangat dari Beras Sania untuk kenikmatan yang tak terlupakan. Dapur wangi, masakan menggoda, keluarga pun bahagia!