Agar gorengan renyah dan tidak berminyak, Ibu Sania bisa mengombinasikan tepung terigu protein sedang dengan tepung beras atau maizena, membuat adonan dengan kekentalan pas, menggoreng dalam minyak panas bersuhu 170–180°C tanpa wajan penuh, membalik seperlunya, lalu meniriskan gorengan di atas saringan kawat, bukan tisu dapur, agar tetap kering dan renyah.

Nah, sekarang mari kita bahas satu per satu triknya secara lebih lengkap, supaya Ibu Sania bisa langsung praktik di dapur.

Pilih Tepung yang Tepat

Tepung adalah kunci utama tekstur gorengan. Tepung terigu protein sedang jadi pilihan aman karena hasilnya tidak terlalu keras maupun terlalu lembek. Ibu Sania bisa mencampurnya dengan tepung beras agar hasil akhirnya lebih garing dan tahan lama krispinya.

Tepung sagu atau maizena juga bisa ditambahkan sebagai campuran. Kandungan patinya membantu membentuk lapisan luar yang lebih cepat kering saat kena minyak panas, sehingga minyak yang terserap ke dalam makanan jadi lebih sedikit.

Hindari tepung instan siap pakai yang sudah dicampur bumbu, karena kandungan garam atau perisanya bisa mempercepat adonan jadi lembek dan justru lebih banyak menyerap minyak.

Perhatikan Kekentalan Adonan

Adonan yang terlalu encer membuat lapisan pelindung jadi tipis sehingga minyak mudah masuk. Sebaliknya, adonan yang terlalu kental membuat gorengan keras dan matang tidak merata.

Cara mudah mengeceknya: angkat adonan dengan sendok lalu biarkan menetes. Jika tetesannya lambat dan tidak langsung jatuh, berarti kekentalannya sudah pas.

Menambahkan sedikit baking powder juga bisa membuat tekstur lebih ringan dan renyah tanpa menambah penyerapan minyak. Cukup secukupnya saja, ya, Bu, karena kalau berlebihan bisa membuat rasa adonan jadi pahit.

Kuasai Teknik Menggoreng

Pastikan minyak benar-benar panas sebelum adonan dimasukkan, idealnya di suhu 170–180°C. Tanpa termometer, Ibu Sania bisa menguji dengan menjatuhkan sedikit adonan ke minyak—jika langsung mengapung dengan gelembung merata, minyak sudah cukup panas.

Jangan menggoreng terlalu banyak sekaligus dalam satu wajan, karena bisa menurunkan suhu minyak dan membuat gorengan lebih menyerap minyak. Beri jarak antar adonan agar matang merata.

Balik gorengan cukup satu atau dua kali saja. Semakin sering dibolak-balik, semakin banyak pula minyak yang terserap ke dalamnya.

Gunakan Minyak Goreng Berkualitas

Gunakan minyak bersih dan belum berubah warna atau berbau tengik. Minyak yang sudah dipakai berkali-kali memiliki kandungan asam lemak bebas tinggi yang membuat makanan jadi lebih berminyak dan kurang sehat.

Jika memungkinkan, pilih minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak kelapa murni, canola, atau jagung, karena lebih stabil saat dipanaskan dan tidak mudah meresap ke makanan. Setelah dipakai, saring minyak dengan kain bersih atau saringan khusus agar sisa remah tidak mempercepat kerusakan minyak saat digunakan kembali.

Tiriskan dengan Cara yang Benar

Setelah matang, letakkan gorengan di atas saringan kawat atau rak yang ditaruh di atas loyang—bukan langsung di atas tisu dapur. Tisu dapur memang menyerap minyak, tapi juga bisa menjebak uap panas sehingga gorengan malah jadi lembek.

Saringan kawat memungkinkan udara mengalir dari bawah sehingga gorengan tetap renyah dan minyak menetes sempurna. Diamkan minimal 3–5 menit sebelum disajikan. Untuk hasil lebih maksimal, kipasi perlahan gorengan saat ditiriskan agar uap panas cepat hilang.

Trik Tambahan Agar Lebih Kering

Taburkan sedikit garam atau bumbu kering saat gorengan masih panas untuk menarik sisa minyak ke permukaan sekaligus menambah rasa gurih—pastikan bumbunya kering, bukan basah.

Untuk gorengan isi seperti tahu isi atau risoles, pastikan bahan isian tidak terlalu basah agar tidak meledak saat digoreng dan menyerap lebih banyak minyak. Untuk gorengan berbahan sayur seperti bakwan, keringkan dulu sayurannya sebelum dicampur ke adonan, karena air dari kol atau wortel yang belum ditiriskan akan membuat minyak lebih mudah meresap.

Gorengan Renyah, Keluarga pun Senang

Dengan pemilihan bahan yang tepat, kekentalan adonan yang pas, teknik menggoreng yang benar, serta cara meniriskan yang efisien, gorengan buatan Ibu Sania pasti jadi favorit di rumah—renyah, kering, dan tetap sehat untuk keluarga tercinta.