Ibu Sania bisa mengurangi makanan berminyak dengan memilih teknik memasak sehat seperti memanggang, mengukus, atau menumis memakai wajan anti-lengket, mengukur minyak secukupnya dan memilih jenis minyak sehat seperti zaitun atau kanola, meniriskan gorengan dengan tisu dapur atau rak kawat, melapisi bahan dengan tepung tipis, serta rutin mengganti minyak bekas pakai.

Ketujuh langkah di atas bisa langsung diterapkan di dapur rumah tanpa mengorbankan rasa. Berikut penjelasan lengkap masing-masing caranya.

1. Pilih Teknik Memasak yang Lebih Sehat

Cara memasak sangat menentukan seberapa banyak minyak yang terserap ke dalam makanan. Dibanding menggoreng dengan minyak berlimpah, Ibu Sania bisa beralih ke teknik memanggang, menumis ringan, mengukus, atau merebus.

Oven dan air fryer dapat menghasilkan tekstur renyah tanpa perlu banyak minyak, cocok untuk ayam, kentang, atau tahu yang biasanya digoreng. Sementara itu, mengukus dan merebus menjaga kandungan gizi bahan makanan tanpa menambah minyak sama sekali.

2. Gunakan Wajan Anti-Lengket Berkualitas

Wajan non-stick memungkinkan Ibu Sania memasak hanya dengan sedikit minyak. Permukaannya yang halus membuat bahan makanan tidak mudah menempel, sehingga menumis atau memasak telur cukup dengan satu sendok teh minyak saja.

Pilih wajan dengan lapisan anti-lengket yang aman dan tahan lama agar masakan sehat bisa dibuat tanpa risiko lengket atau gosong, sekaligus mempermudah proses mencuci peralatan dapur.

3. Gunakan Minyak Secukupnya dan Pilih Jenisnya dengan Tepat

Minyak tetap dibutuhkan saat memasak, tapi takarannya perlu diperhatikan. Gunakan sendok ukur agar tidak berlebihan—umumnya satu sendok makan sudah cukup untuk menumis sayuran satu keluarga.

Pilih jenis minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, minyak kanola, atau minyak kelapa murni. Ketiganya mengandung lemak tak jenuh yang lebih baik untuk kesehatan jantung dan kadar kolesterol.

4. Tiriskan Makanan dengan Benar Setelah Digoreng

Makanan goreng cenderung menyerap banyak minyak jika tidak segera ditiriskan. Setelah diangkat dari penggorengan, letakkan makanan di atas tisu dapur agar minyak berlebih terserap.

Untuk hasil lebih maksimal, gunakan rak kawat di atas nampan sehingga minyak menetes sempurna tanpa menempel kembali ke makanan—cocok untuk bakwan, tahu isi, atau ayam goreng.

5. Baluri Bahan Makanan dengan Tepung Tipis Saja

Lapisan tepung yang terlalu tebal justru menyerap lebih banyak minyak. Gunakan lapisan tepung tipis dan merata, serta pastikan bahan makanan sudah dikeringkan sebelum dilapisi.

Untuk hasil yang lebih ringan, coba campuran tepung beras dan maizena yang cenderung lebih renyah dan tidak terlalu menyerap minyak.

6. Hindari Menggoreng dengan Minyak Bekas Berulang Kali

Minyak yang dipakai berulang kali mengalami oksidasi dan menghasilkan senyawa yang tidak baik bagi kesehatan, sekaligus membuat makanan terasa lebih berminyak dan berat.

Gunakan minyak baru untuk hasil gorengan yang lebih bersih. Jika ingin lebih hemat, saring minyak yang baru dipakai satu kali dengan saringan halus agar sisa makanan tidak mengendap dan mempercepat kerusakan minyak.

7. Tambahkan Sayuran Segar sebagai Pelengkap

Sayuran segar atau kukus menjadi penyeimbang rasa pada hidangan berminyak. Disajikan bersama gorengan atau tumisan, sayuran memberi kesan segar dan mengurangi rasa berat di mulut.

Ibu Sania bisa menyajikan kol, timun, selada, atau tomat segar sebagai pendamping ayam goreng atau tahu isi, atau menambahkan wortel, buncis, dan jagung manis ke dalam tumisan untuk menambah serat dan nutrisi.

Kesimpulan: Makanan Lezat Tetap Bisa Sehat

Menjaga masakan agar tidak terlalu berminyak bukan hal yang sulit. Dengan sedikit perhatian pada teknik memasak, pilihan peralatan, dan bahan yang digunakan, makanan tetap lezat, bergizi, dan lebih sehat untuk keluarga.

Mulai dari memilih metode memasak yang lebih sehat, mengatur takaran minyak, hingga menambahkan sayuran segar—semua bisa dilakukan langsung dari dapur sendiri. Selain menyehatkan, makanan yang tidak terlalu berminyak juga terasa lebih ringan di perut dan nyaman dikonsumsi setiap hari.

Baca juga: Cara Menjaga Dapur Tetap Wangi meski Banyak Mengolah Makanan Berminyak.