Halo, Ibu Sania! Pernahkah Ibu merasa kecewa ketika puding buatan sendiri ternyata pecah saat dikeluarkan dari cetakan? Atau mungkin teksturnya terlalu keras, tidak selembut yang diharapkan? Tenang, Ibu tidak sendiri. Banyak yang mengalami hal serupa, padahal puding bisa jadi sajian yang sangat istimewa bila dibuat dengan teknik yang benar. Nah, kali ini kita akan mengupas tuntas 5 trik masak puding agar tidak pecah dan selalu lembut, supaya setiap hasil buatan Ibu Sania terasa istimewa di setiap sendokannya.

Pilih Jenis Tepung atau Agen Pengental yang Tepat

Tekstur puding sangat dipengaruhi oleh jenis tepung atau agen pengental yang digunakan. Salah satu bahan yang paling cocok untuk menghasilkan puding yang lembut adalah tepung beras, terutama yang diformulasikan khusus untuk kue basah seperti Sania Tepung Beras.

Sania Tepung Beras memiliki butiran halus yang mudah larut dan menghasilkan tekstur yang lembut namun tetap padat. Berbeda dengan tepung maizena yang sering menghasilkan tekstur lebih kenyal, tepung beras memberikan kelembutan alami yang sempurna.

Ibu Sania bisa juga mengombinasikan tepung beras dengan sedikit agar-agar bubuk untuk mendapatkan hasil yang lebih stabil dan tidak mudah pecah saat dicetak.

Gunakan Takaran Cairan yang Seimbang

Perbandingan antara cairan dan bahan pengental adalah kunci utama untuk menghasilkan puding yang tidak keras namun juga tidak lembek. Jika terlalu banyak cairan, puding bisa pecah atau tidak kokoh saat dikeluarkan dari cetakan. Sebaliknya, jika terlalu sedikit, teksturnya bisa menjadi keras dan kaku.

Takaran idealnya adalah sekitar 500 ml cairan (bisa berupa susu, santan, atau air) untuk setiap 2 sendok makan tepung beras atau campuran pengental lainnya. Ibu Sania bisa menyesuaikan sedikit tergantung jenis cairan yang digunakan. Misalnya, santan lebih kental dibanding air biasa, jadi bisa dikurangi sedikit takarannya.

Campuran ini perlu dimasak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental merata, agar tepung larut sempurna dan hasil akhir puding menjadi halus.

Masak dengan Suhu Api yang Tepat dan Konsisten

Salah satu kesalahan umum saat membuat puding adalah memasak dengan api yang terlalu besar. Api besar memang mempercepat proses mendidih, tapi bisa menyebabkan bahan menggumpal, tekstur tidak merata, bahkan mengakibatkan lapisan bawah gosong.

Agar puding tidak pecah dan tetap lembut, sebaiknya Ibu Sania menggunakan api kecil hingga sedang. Aduk perlahan dan terus-menerus hingga adonan mulai mengental dan keluar gelembung kecil dari permukaan. Inilah tanda bahwa adonan sudah matang sempurna.

Memasak dengan sabar dan suhu stabil akan menjaga kualitas puding tetap halus tanpa gelembung udara berlebih, serta menghindari pecah saat didinginkan.

Dinginkan Bertahap Sebelum Masuk Kulkas

Proses pendinginan juga tak kalah penting, Ibu Sania. Banyak yang langsung memasukkan cetakan puding ke dalam kulkas setelah dimasak, padahal suhu ekstrem bisa membuat puding “syok” dan berisiko pecah, retak, atau berair.

Setelah dituangkan ke dalam cetakan, biarkan puding dingin terlebih dahulu pada suhu ruang selama 30–60 menit. Setelah itu, baru simpan dalam kulkas selama minimal 2 jam agar puding benar-benar mengeras dengan stabil dan teksturnya menyatu sempurna.

Proses ini akan menghasilkan puding yang tidak hanya lembut, tetapi juga mudah dilepas dari cetakan tanpa pecah, dengan permukaan yang mulus dan mengilap.

Gunakan Cetakan Anti Lengket dan Teknik Melepas yang Benar

Jenis cetakan juga mempengaruhi hasil akhir puding. Cetakan plastik atau silikon lebih ramah untuk puding karena fleksibel dan tidak lengket. Namun, jika menggunakan cetakan logam atau kaca, Ibu Sania bisa mengoleskan sedikit minyak (gunakan Sania Minyak Goreng yang tidak berbau) pada bagian dalam cetakan sebelum menuangkan adonan.

Untuk melepas puding dengan mulus, celupkan bagian bawah cetakan ke dalam air hangat selama 10–15 detik, lalu balikkan cetakan perlahan di atas piring saji. Sentuhan air hangat akan membantu puding terlepas dengan sempurna tanpa merusak bentuk.

Dengan teknik yang tepat, puding buatan Ibu Sania akan tampil cantik, utuh, dan menggugah selera di setiap kesempatan.

Ide Variasi Puding agar Tidak Membosankan

Puding memang klasik, tapi bukan berarti harus itu-itu saja. Ibu Sania bisa mengembangkan kreasi puding dengan menambahkan bahan alami yang menyehatkan. Misalnya, campurkan sari jeruk, potongan kelapa muda, madu, atau buah naga ke dalam adonan untuk memberi warna dan rasa yang berbeda.

Untuk cita rasa khas nusantara, puding bisa dipadukan dengan lapisan bubur sumsum, tape ketan, atau sirup gula merah. Penggunaan Sania Tepung Beras juga sangat cocok untuk kreasi ini, karena memberikan hasil puding yang pas untuk tekstur khas Indonesia.

Agar lebih menarik, sajikan puding dalam gelas transparan berlapis. Selain menggoda mata, cara ini juga memudahkan porsi saji, apalagi saat acara keluarga atau arisan.

Yuk, Ibu Sania! Ciptakan puding lembut dan tidak pecah dengan Produk Sania, Camilan sehat, rasa pun nikmat!